Ibu Muda ini Mencuba Meminta Segelas Air Kosong di Restoran yang Penuh dengan Tetamu, Tapi Ditolak oleh Pelayan Restoran Yang Kurang Ajar, Setelah itu Terjadilah Hal yang Membuatnya Menyesal…

Loading...

Konsekuensinya, tak disangka bisa begitu cepat. Itu adalah sebuah resto makanan cepat saji, karena terletak di pusat kota yang ramai, usaha resto itu pun sangat ramai.

Suatu hari, sambil menggendong bayinya, seorang mama muda ke resto itu untuk membeli minuman buat bayinya.
Namun, ia melihat resto itu penuh dengan minuman dingin seperti coke, sprite dan minuman dingin lainnya, tidak baik untuk bayi.

Ia melihat-lihat lagi ke sekeliling dan melihat ada sebuah water fountain (air mancur untuk minum) yang berisi air murni dan cocok untuk bayi.

Lalu ia menghampiri pelayan resto, “Selamat pagi, apa boleh saya minta segelas air putih?”
Pelayan memandangnya sejenak sambil berkata, “Mana gelasnya?”

Mama muda itu tertegun dan dengan cepat berkata, “Maaf, saya tidak punya gelas.”
“Tidak bisa kalau begitu,” kata si pelayan singkat.

”Tolonglah Nona, apa tidak boleh menggunakan gelas resto? Jangan khawatir aku bayar.”
Mama muda itu terus memohon, “Bayi ini benar-benar haus nona.”

“Kamu beli minuman saja,” kata si pelayan dengan nada ketus.
“Tapi bayi tidak boleh minum softdrink, tolonglah berikan aku segelas air putih saja,” kata mama muda dengan suara sedikit bergetar.

Kali ini, pelayan tidak menggubrisnya, dan berpaling, melayani pelanggan berikutnya.
Ia melihat-lihat lagi ke sekeliling dan melihat ada sebuah water fountain (air mancur untuk minum) yang berisi air murni dan cocok untuk bayi.

Lalu ia menghampiri pelayan resto, “Selamat pagi, apa boleh saya minta segelas air putih?”
Pelayan memandangnya sejenak sambil berkata, “Mana gelasnya?”

Mama muda itu tertegun dan dengan cepat berkata, “Maaf, saya tidak punya gelas.”
“Tidak bisa kalau begitu,” kata si pelayan singkat.

”Tolonglah Nona, apa tidak boleh menggunakan gelas resto? Jangan khawatir aku bayar.”
Mama muda itu terus memohon, “Bayi ini benar-benar haus nona.”

“Kamu beli minuman saja,” kata si pelayan dengan nada ketus.
“Tapi bayi tidak boleh minum softdrink, tolonglah berikan aku segelas air putih saja,” kata mama muda dengan suara sedikit bergetar.

Kali ini, pelayan tidak menggubrisnya, dan berpaling, melayani pelanggan berikutnya.
Dan setelah mendengar kejadian itu, mereka pun merasa geram, “Keterlaluan sekali, masa segelas air minum saja gak dikasih. Resto seperti ini lebih baik bangkrut.”

”Ya, benar! Benar tuh! Sumpahin bangkrut aja,” timpal yang lain.

Dan saat berbincang-bincang dengan siswa, para guru pun menyinggung kejadian itu, kemudian berpesan, “Sebaiknya kalian jangan terlalu sering nongkrong (makan) di sana.”

Para siswa pun membicarakan hal itu usai pulang sekolah, dan diakhir cerita mereka mengatakan, “Guru kita berpesan jangan terlalu sering nongkrong di resto itu lagi.”

Seperti biasa, resto makanan cepat saji itu selalu buka setiap pagi, siap menyambut kedatangan tamu-tamunya.
Hanya saja, tak ada yang tahu secara pasti, dan entah sejak kapan resto itu mulai sepi pengunjung.

Tidak seperti dulu, yang selalu ramai dan sarat tamu di setiap meja, terutama malam minggu, para siswa yang masih mengenakan seragam sekolah, selalu antri panjang di depan loket.

Tapi sekarang, tidak lagi terlihat bayangan anak-anak muda di dalam resto kegemaran anak-anak muda itu.
Kalau siswa yang jarang ke sana mungkin masih bisa dimaklumi, tapi tak disangka bahkan pengunjung atau tamu lain juga jarang ke resto itu lagi.

Kadang-kadang ada juga yang berkunjung ke resto itu untuk membeli paket bawa pulang, jarang ada yang duduk berlama-lama di dalam resto. Terlihat jelas suasana resto itu sunyi senyap.

Demi memperbaiki kondisi itu, pihak resto pun meluncurkan cukup banyak program untuk menarik tamu, misalnya hadiah untuk tamu yang makan di tempat, paket diskon, souvenir dan semacamnya untuk memikat tamu.

Namun, program-program itu hanya bisa meramaikan sementara dalam waktu singkat, karena tidak lama kemudian, resto itu sepi kembali.

Dan perlahan-lahan, banyak pemilik baru membuka restonya di pusat kota itu.

Di kiri kanan maupun di seberang resto yang pernah berjaya di masa lalu itu berjejel resto maupun kafe atau tenda makanan.

Otomatis lambat laun resto lama itu pun semakin terpuruk.
Akhirnya secara perlahan tapi pasti, resto yang pernah berjaya di masanya itu pun gulung tikar.

Ketika karyawan resto berkemas dan hendak pergi, mereka tidak pernah menyangka bahwa akhir dari kemalangan itu berawal dari dinginnya segelas air putih. (sikap pelayan)

Tak disangka, hanya karena segelas air putih, bisa menyebabkan sebuah resto yang awalnya selalu ramai itu akhirnya gulung tikar.

Meskipun sulit untuk dipercaya, tetapi bagaimana sikap anda terhadap orang lain, maka balasan yang anda terima juga akan seperti itu.

Antar orang itu saling bertimbal-balik. Selama kita saling menghargai dan menghormati, peduli dan bersimpati, yakin lingkungan masyarakat yang dingin ini sedikit demi sedikit akan berubah.

Sekali lagi, bagaimana sikap anda terhadap orang lain, maka seperti itu jugalah yang akan anda terima.
Selalu berbuat baik dan peduli tidak akan merugikan anda sedikit pun.

Sebaliknya justeru itu adalah tabungan berkah yang pasti bermanfaat untuk anda di kemudian hari.

Loading...